Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apa sih yang ada didalam benak kalian ketika mendengar kata pemimpin
“Dari Abdullah, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Maka seorang iman adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggungjawabannya. Dan seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggungjawabannya. Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya” (Shahih Al-Bukhari: 4789)
Dalam kepemimpinan, seorang pemimpin tidak semata-mata bisa mejalani tanggung jawabnya dengan mudah. Pemimpin harus memiliki sikap yang baik dalam kepemimpinan agar dapat mempengaruhi anggotanya. Sebuah kepemimpinan tidak akan berjalan tanpa adanya yang dipimpin (anggota), kumpulan orang yang dipimpin (anggota) tidak dapat bersatu tanpa adanya seorang pemimpin, seorang pemimpin tidak dapat memimpin tanpa adanya keimanan. Seorang pemimpin sudah sepantasnya memiliki seorang yang beriman, karena dalam setiap langkahnya ia akan selalu mengingat kepada Allah swt. Dalam segala tindakannya, pemimpin akan menjalankannya dengan niat semata-mata karena Allah swt. Tidak jarang disekitar kita, banyak pemimpin yang bertindak sewenang-wenang karena menganggap dirinya berada di posisi teratas. Oleh sebab itu, pemimpin harus memiliki akhlak dan sikap yang baik dan berbudi luhur dalam kepemimpinannya. Seorang pemimpin yang menjadi teladan umat manusia yaitu Nabi Muhammad saw. dimana rasulullah memiliki sifat diantaranya adalah Shiddiq (berkata yang benar), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan), dan Fathonah (Cerdas/Bijaksana). Kita sebelum menjadi pemimpin harus memiliki sifat-sifat rasulullah supaya kepemimpinan berjalan dengan baik.
Saat kita dipercaya dan diberikan tanggung jawab menjadi seorang pemimpin, tidak jarang kita mendapatkan permasalahan. Kepemimpinan seperti setangkai bunga mawar yang harum aromanya akan tetapi dalam mengenggam tangkainya ada kalanya kita merasakan tajamnya duri mawar. Dalam kepemimpinan, kita harus berhati-hati dalam mengambil segala tindakan sebab kesalahan dalam mengambil tindakan dapat menyebabkan sebuah musibah yang akan menimpa orang banyak yang dipimpin oleh kita. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus berhati-hati dan tidak mudah menyerah dalam semua keadaan yang dialami selama kepemimpinan.
Dalam menelusuri jalan hidup ini kita akan mengambil banyak pengalaman, saat kita menjadi seorang anggota yang dipimpin, kita bisa belajar menjadi seorang pemimpin yang ideal karena segala kesalahan pemimpin sebelumnya bisa menjadi evaluasi kita menjadi pemimpin yang lebih baik. Banyak orang yang menjadi pemimpin tapi ia belum siap mengambil amanah tersebut. Akibatnya selama kepemimpinannya tidak berjalan dengan sempurna dan profesional. Tak hanya itu, seseorang ingin menjadi seorang pemimpin di masa depan maka ia hendaknya melatih diri untuk memiliki sikap bijaksana, amanah, jujur, adil, dan sikap lainnya agar mampu mengembangkan jiwa kepemimpinan.
#PKMFMIPA2018
#FMIPAKITA
#Kreatif_Inisiatif_Aktif
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Komentar
Posting Komentar